Jumat, 29 Mei 2026
  • Selamat datang di SMA IT Nurul Hasan Kota Ternate ------ SMA IT Nurul Hasan, sekolah terbaik dan merupakan satu-satunya Sekolah Penggerak di Ternate

Stop Bullying, Stand Up, Stand Strong, Stand Together”

Perundungan terhadap anak di sekolah atau yang lebih dikenal dengan bullying sudah lama terjadi di Indonesia. Tanggungjawab negara Indonesia dalam mencegah perundungan sudah dilakukan melalui Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, akan tetapi perundungan baik secara fisik maupun verbal masih terjadi, hal ini menunjukkan adanya korelasi antara perundungan/bullying dengan masalah kesehatan mental/psikologis dan fisik. Tindak kekerasan dan perundungan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan maupun antar satuan pendidikan, dapat mengarah pada suatu tindak kriminal dan menimbulkan trauma bagi peserta didik.

Tema sosialisasi pada hari ini “Stop Bullying, Stand Up, Stand Strong, Stand Together”

 

SMA Islam Terpadu Nurul Hasan Kota Ternate sebagai sekolah penggerak akan melaksanakan program pencegahan perundungan sebagai tindak lanjut pemberian bantuan pemerintah pencegahan perundungan tahun 2021 dengan mengedukasi siswa sebagai agen perubahan.

Hadirin yangs saya hormati,

Melalui program Roots, yaitu program global pencegahan kekerasan di kalangan teman sebaya dengan mengaktivasi peran siswa sebagai influencer atau Agents of change. Program Roots menekankan pada peran siswa karena dianggap memiliki pengaruh yang besar dalam menghentikan kekerasan antarsiswa di sekolah dengan menerapkan disiplin positif dan menyebarkan pesan anti perundungan.

Program Roots ini mempunyai kegiatan selama 11 kali pertemuan dari bulan September sampai Desember dengan bimbingan teknis dikukan setiap hari Sabtu dari jam 10 pagi -12 siang. Bertempat di Sma Islam Terpadu Nurul Hasan dengan kegiatan Bimbingan Teknis unjuk , informasi dan kreasi melalui pembuatan drama, video, seni, mading, dan poster , serta pelaporan adapun dana penyelenggaraan kegiatan ini sebesar 10 juta rupiah yang bersal dari Direktorat Sekolah Menengah Atas Pemerintah pusat .

Pemberian dana Bantuan Pemerintah Pencegahan Perundungan ini, diharapkan mampu mensosialisasikan program anti perundungan melalui program Roots Indonesia di lingkungan sekolah, dengan difasilitasi oleh 2 orang pendidik/fasilitator yang terpilih dan sudah dilatih serta membentuk 30 orang peserta didik menjadi agen perubahan di satuan pendidikan. Diharapkan kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kebermanfaatan bagi berbagai pihak khususnya bagi Ekosistem Pendidikan, dapat meningkatkan sikap kedisplinan positif, empaty, berperilaku baik dan terobosan kreatif dalam rangka menekan tingkat terjadinya perundungan dan kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik di satuan pendidikan. Sehingga menjadikan Ekosistem Pendidikan Indonesia yang berke-Tuhan-an, berperikemanusiaan, bersatu, berkerakyatan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR